Jumat, 18 November 2016

SOSIALISASI PENYAKIT TUBERKULOSIS & HIV DI KEL.LEMBA KEC. LALABATA KAB.SOPPENG






KELURAHAN LEMBA KEC. LALABATA KAB.SOPPENG

Acara sosialisasi penyakit Tuberkulosis dan HIV dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 18 Nopember 2016 di aula Kantor Kelurahan Lemba. Acara ini merupakan program kerja dari Puskesmas Salotungo agar masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Salotungo termasuk Kel. Lemba dapat lebih mengenal apa itu penyakit TB dan HIV.

Hadir dalam sosialisasi ini Sekertaris Lurah Lemba Bapak EDI AHRISAL, S. Sos, Bapak MUHAMMADIYAH, SKM (WASOR TB Dinas Kesehatan Kab. Soppeng) selaku pembawa materi, Bapak ASHAR LATIEF, S. Kep (Petugas TB Puskesmas Salotungo) selaku pembawa materi serta para Aparat Kel. Lemba dan RT serta RW se Kel. Lemba.

Bapak MUHAMMADIYAH, SKM pada pemaparan materinya menjelaskan apa itu penyakit TB dan bagaimana penularannya serta cara untuk menyembuhkannya. Menurut beliau, penyakit TB merupakan penyakit yang menyerang pernapasan. Gejala penyakit TB antara lain batuk berdahak terus menerus kurang lebih 2 - 3 minggu, batuk darah, dahak campur darah, sesak napas, nafsu makan turun, keringat malam dll. Cara penularan penyakit TB yaitu pada waktu penderita penyakit  TB bersin atau batuk yang menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak. Nah kuman inilah yang di hisap oleh orang lain sehingga juga ikut terserang penyakit TB. Berdasarkan Penelitian, 1 orang yang terinfeksi penyakit TB akan menularkan penyakit ke 10 - 15 orang tiap tahunnya. Pengobatan penderita TB ada beberapa type antara lain :
- Kategori 1 dewasa, minum obat selama 6 bulan
- Kategori 2, minum obat selama 8 bulan (disuntik 2 bulan pertama)
- Kategori anak, waktu pengobatan sama dengan kategori 1 dewasa
- Pengobatan TB dengan resisten obat : pengobatan selama 19-24 bulan (6 bulan suntik)

Oleh karena itu, beliau mengharapkan agar Aparat Lurah beserta RW dan RT dapat memberikan informasi apabila mendapat warga yang terinfeksi gejala penyakit TB agar segera dilaporkan ke Puskesmas ataupun Dinas Kesehatan untuk mendapat penanganan segera agar virus TB tidak menyebar ke orang lain.


Sementara itu Bapak ASHAR LATIEF, S. Kep pada pemaparan materinya menjelaskan apa itu Penyakit HIV, cara penularannya serta cara untuk menghambat perkembangan penyakit HIV. Menurut beliau, HIV adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh. Sel darah putih berfungsi membantu melawan infeksi dan penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Orang yang terinfeksi HIV, sistem kekebalan tubuhnya akan melemah sehingga rentan terhadap infeksi baik itu bakteri, virus, ataupun parasit. Cara Penularan HIV antara lain :
- Melalui Suntik.
   Penyebaran melalui suntik ini banyak terjadi pada orang - orang yang memakai narkoba.
- Melalui Darah.
   Penyebaran melalui darah ini apabila penderita HIV mengandung dan hamil, maka anaknya
   rentan mengidap HIV
- Melalui Seks.
  Penyebaran melalui Seks biasanya terjadi apabila si penderita HIV berhubungan badan dengan
  orang lain, sehingga dapat menularkan ke pasangan seksnya.
- Melalui Darah
  Penyebaran melalui darah biasanya terjadi apabila penderita HIV terluka dan berdarah
  dan bersentuhan dengan orang lain yang menpunyai luka juga.

Obat untuk penyembuhan penyakit HIV sampai saat ini belum ditemukan. Akan tetapi, penderita HIV dapat bertahan hidup lebih lama apabila melakukan pengobatan yang intensif. Oleh karena itu, beliau menghimbau kepada warga agar tidak mengucilkan penderita HIV karena penularan HIV tidak hanya dengan bersentuhan langsung dengan pengidap HIV. Malahan penderita HIV harus di support agar dapat melakukan aktifitas seperti biasa di lingkungan tempat tinggalnya.


Sementara itu, Sekertaris Lurah Lemba, Bapak EDI AHRISAL, S. Sos dalam sambutannya mengharapkan agar dengan sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat utamanya Aparat Kelurahan serta RT dan RW se Kel. Lemba mengenai penyakit TB dan HIV sehingga jika menemukan ada gejala infeksi penyakit ini pada warga agar dapat melaporkan segera ke Puskesmas ataupun Dinas Kesehatan. Beliau juga berharap agar RT dan RW dapat lebih mensosialisasikan mengenai penyakit TB dan HIV ini kepada masyarakat di wilayahnya masing - masing sehingga masyarakat dapat sadar akan bahaya penyakit ini agar dapat dengan sukarela datang berobat ke Puskesmas apabila terinfeksi penyakit TB dan HIV sehingga tidak merugikan orang banyak.

Sekertaris Lurah Lemba juga menghimbau kepada RT dan RW agar dapat medeteksi warga pendatang baik itu yang datang hanya untuk menginap ataupun sewa kost / rumah di wilayahnya masing-masing. Jangan sampai ada yang terinfeksi penyakit TB ataupun HIV ini sangat berbahaya karena dapat menularkan ke warga yang lain. Beliau juga akan melaporkan sosialisasi ini kepada Lurah Lemba Bapak A. MUGNIWANGSA, S. STP, M. Si. Terkait dengan Warga pendatang, Bapak Lurah Lemba mempunyai inisiatif untuk melakukan pendataan warga bersama Aparat Kelurahan Lemba, Babinkantibmas dan Babinsa Kel. Lemba. Jika memang ada warga pendatang yang sudah menetap lama di Kelurahan Lemba, tetapi belum mengurus surat pindah akan di tindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dan untuk masyarakat di Kab. Soppeng khususnya Masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Lemba apabila menemukan warga yang mepunyai gejala - gejala terinfeksi penyakit TB atau HIV, dapat segera melaporkan ke RW atau RT diwilayahnya masing- masing atau dapat langsung melaporkan ke Aparat Kelurahan. Atau dapat langsung melaporkan ke Pihak Puskesmas Salotungo atau Dinas Kesehatan Kab. Soppeng.

Contact person penanganan Penyakit TB dan HIV bisa menghubungi :

Bapak MUHAMMADIYAH, SKM                       No. HP . 085240622177
WASOR TB Dinas Kesehatan Kab. Soppeng

Bapak ABDUL LATIEF, S. Kep                            No. HP. 085222217510
Petugas TB Puskesmas Salotungo


(Edys)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar